Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi <p><strong>Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI)</strong> merupakan jurnal yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang. Jurnal ini merupakan wadah kreativitas ilmiah bagi para dosen maupun peneliti di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang maupun kalangan pemerhati ilmu farmasi dan sains, yang dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah, baik dalam bidang farmasi maupun sains. Jurnal yang dimuat merupakan hasil penelitian di laboratorium maupun di lapangan, yang belum pernah dipublikasikan pada media-media lain. Kajian-kajian penelitian meliputi bidang biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinik, teknologi sediaan farmasi, manajemen farmasi, kimia farmasi dan sains. Agar lebih mendalami kajian-kajian penelitian tersebut, pembaca dipersilahkan untuk membaca lebih lanjut JFSI yang diterbitkan dua kali dalam setahun.</p> en-US lppm.stiferasemarang@gmail.com (LPPM STIFERA) ayuina.stifera@gmail.com (Ayu Ina Solichah, M.Pharm.Sci.) Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Metode Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Obat Fast Moving Di Apotek Durikulon https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/929 <p>Ketersediaan obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin kelangsungan pelayanan kepada pasien. Kurangnya perencanaan dan pengendalian persediaan, terutama untuk obat fast moving, dapat menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok yang berdampak pada mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan dan pengendalian persediaan obat fast moving di Apotek X dengan metode konsumsi, Economic Order Quantity (EOQ), safety stock, dan reorder point (ROP). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kartu stok dan lembar observasi. Data penggunaan obat, stok tersedia, dan pola pengadaan dari November 2024 hingga Januari 2025 dikumpulkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan penerapan metode perencanaan dan pengendalian tersebut, seperti pada obat Renadinac tablet, menghasilkan rencana pengadaan 539 tablet, EOQ sebesar 416 tablet, safety stock 490 tablet, dan titik pemesanan ulang (ROP) 791 tablet. Perencanaan dan pengendalian yang tepat terbukti efektif dalam menjaga ketersediaan obat dan efisiensi manajemen stok.</p> Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma Negara, Lina Nurna Khumairo, Andini Suryani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/929 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Face Mist Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Sebagai Antikosidan Dengan Metode DPPH https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/371 <p>Jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Euphorbiaceae, tanaman ini mempunyai sangat banyak keunggunlan terutama senyawa aktif yang terkandung berupa alkaloid, saponin, tannin, terpenoid, steroid, glikosida, senyawa fenol dan flavonoid yang mempunyai beragam fungsi salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi dalam bentuk sediaan face mist yang stabil dan menentukan nilai IC<sub>50</sub> dari sediaan face mist ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode penelitian secara eksperimental dengan pelarut etanol 96% metode maserasi. Hasil ekstrak kental di rotav, lalu dibuat sediaan dengan konsentrasi 0,1%,0,3%, dan 0,5%, dengan menggunakan bahan tambahan gliserin dan propilen glikol sebagai humektan, natrium benzoat sebagai pengawet, lavender sebagai pengaroma dan aquadest sebagai pelarut. Evaluasi sediaan yaitu uji cycling test secara 6 siklus selama 12 hari, pengamatan organoleptik diperoleh bentuk cair, pengukuran pH hasilnya &lt; 0.05p, uji homogenitas diperoleh sediaan homohen, uji Viskositas hasilnya &lt;0.05p, uji kelembapan kulit dan iritasi diperoleh &lt;0.05p. Serta uji antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan face mist yang stabil secara fisika dan kimia. Nilai IC<sub>50</sub> menggunakan formula sediaan face mist ekstrak Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) berturut-turut yaitu 17,0276 ppm, 16,5071 ppm, dan 13, 4743 ppm. Formula sediaan face mist yang paling efektif memiliki nilai antioksidan tertinggi di formula III.</p> Preiscylia Raru, Asnah Marzuki, Syamsul Alam Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/371 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Formulasi Self Nanoemulsifying drug delivery system Enzim Bromelain buah Nanas Ananas comosus https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/881 <p style="font-weight: 400;"><em>Enzim bromelain dari buah nanas memiliki aktivitas farmakologi sebagai anti</em><em>bakteri dan antiinflamasi. </em><em>Pada penelitian sebelumnya bentuk sediaan enzim bromelain berupa tablet dan serbuk, namun masih memiliki kekurangan yaitu meningkatnya resistensi pada sediaan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan formulasi dan karakterisasi SNEDDS </em><em>enzim bromelain dengan fase minyak, surfaktan dan kosurfaktan yaitu minyak cengkeh, progpilenglikol dan PEG 400. Metode yang digunakan untuk memformulasi SNEDDS </em><em>enzim bromelain adalah mencampurkan pembawa dengan berbagai konsentrasi kemudian ditambahkan enzim bromelain dan dikarakterisasi dengan parameter daya lekat, daya sebar, kejernihan, organoleptis, homogenitas dan pH. Diperoleh formulasi SNEDDS berupa </em><em>360 </em><em>mg </em><em>enzim bromelain sebagai </em><em>zat aktif tiap mL SNEDDS. Persen transmittan SNEDDS dengan </em><em>perbandingan konsentrasi minyak cengkeh, PG dan PEG 400 yaitu 2:5:3 adalah 9</em><em>8,</em><em>54 ± 0,</em><em>02 %</em><em>, daya sebar 2,2 cm dan daya lekat 116 detik, pH 6,25. SNEDDS </em><em>enzim bromelain SNEDDS dengan </em><em>perbandingan konsentrasi minyak cengkeh, PG dan PEG 400 yaitu 2:5:3 memberikan hasil karakteristik yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi pembawa lain</em></p> Urva Fresiva, M Fatchur Rochman, Flomaria Tianingsih, Resty Pratiwi, Amalia Anugrahi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/881 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Variasi Komponen Informasi Obat Pada Etiket Obat Resep https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/831 <p>Etiket obat resep sebagai sarana, media komunikasi antar tenaga kefarmasian dengan pasien. Etiket obat resep yang tidak memadai dapat menjadi sumber utama dalam kejadian medication error. Hal ini dapat diperparah dengan keanekaragaman etiket, format, design, dan komponen informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi etiket yang ada di puskesmas Kota Bandar Lampung serta untuk mengetahui tingkat manfaat etiekt terhadap pengobatan. Penelitian ini dilakukan secara crosssectional terhadap pasien hipertensi mengenai etiket dan tingkat manfaatnya, serta observasi etiket pada empat puskesmas. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat dua bahan dalam menuliskan etiket. Setiap puskesmas memiliki format penulisan etiket. Etiket yang menyatu dengan plastik klip obat tidak memiliki identitas fasilitas pelayanan kefarmasian berupa nama, alamat, dan izin apoteker. Bagi etiket kertas tercetak/printed, informasi ini sebagai template yang akan tercetak pada semua bahan etiket yang akan digunakan. Informasi tanggal dan nomor resep, nama pasien, aturan pakai, dan waktu minum obat ada pada semua puskesmas. Hanya ada satu puskesmas yang memiliki format alamat, tanggal lahir, kegunaan, efek samping, nama obat, dan expired date. Lebih dari 90% responden menilai etiket yang diberikan sudah baik dan memiliki tingkat manfaat yang tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa adanya variasi pada bahan, format dan komponen informasi yang disertakan di etiket. Etiket obat dinilai oleh pasien memiliki tingkat manfaat yang tinggi dalam proses pengobatan.</p> Isnenia Isnenia, Ahmad Bayu Satriawan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/831 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 OPTIMASI FORMULA TABLET ATTAPULGITE DENGAN KOMBINASI LAKTOSA DAN AVICEL PH 101 TERHADAP MUTU FISIK TABLET MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGN https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/897 <p><em>Attapulgite adalah salah satu obat dari golongan adsorben untuk antidiare. Berbentuk serbuk berwarna cream terang dan sangat halus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kombinasi laktosa dan avicel PH 101 terhadap mutu fisik tablet attapulgite serta memperoleh formula tablet attapulgite yang optimum. Tablet attapulgite dibuat secara granulasi basah dan optimasi formula dengan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert versi 13 untuk mengetahui run dari kombinasi laktosa dan avicel PH 101. Tablet attapulgite dibuat menjadi 8 formula dengan variasi pada perbandingkan proporsi laktosa dan avicel PH 101 sesuai dengan hasil range simplex lattice design. Parameter titik kritis dan formula optimum diperoleh dari respon kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur menggunakan Simplex Lattice Design. Hasil dari penelitian ini yaitu variasi konsentrasi semua formula tablet attapulgite menghasilkan mutu fisik tablet yang baik. Kombinasi laktosa dan avicel PH 101 berpengaruh pada peingkatan kekerasan, menurunkan kerapuhan, dan mempercepat waktu hancur. Proporsi laktosa 66,739 mg dan dan avicel PH 101 33,261 mg menghasilkan formula optimum tablet attapulgite dengan mutu fisik tablet yang paling baik.</em></p> Anisa Tri Utami, Vivin Nopiyanti, Widodo Priyanto Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/897 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 UJI CEMARAN MIKROBA ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) DAN ANGKA KAPANG KHAMIR (AKK) PADA EKSTRAK ETANOL UMBI LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/875 <p class="JFSIAbstractIsidanKeyword">Lobak putih (Raphanus sativus L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sediaan obat tradisional dan pangan fungsional. Kualitas mikrobiologis ekstrak sangat menentukan aspek keamanan produk, terutama terkait keberadaan cemaran mikroba. Dengan mengukur Total Plate Count (TPC) dan Yeast and Mold Count (YMC), penelitian ini bertujuan untuk menilai kontaminasi mikrobiologis ekstrak etanol umbi lobak putih. Untuk mengukur mikroorganisme hidup yang dinyatakan sebagai CFU/g, percobaan dilakukan menggunakan teknik tuang cawan petri pada agar plate count (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TPC dan YMC ekstrak etanol keduanya kurang dari 1 × 10¹ CFU/g. Nilai ini berada jauh di bawah batas maksimum yang diprasyaratkan BPOM nomo 29 tahun 2023 yaitu ≤ 10⁵ CFU/g untuk ALT dan ≤ 10³ CFU/g untuk AKK. Hasil ini menegaskan bahwa proses ekstraksi dan penanganan bahan telah menghasilkan ekstrak dengan tingkat kontaminasi yang sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi lobak putih memenuhi persyaratan keamanan mikrobiologis dan layak digunakan sebagai kandidat bahan baku dalam pengembangan produk obat tradisional.</p> Kasmal Ilham, Wahyu Yuliana Solikah, Emelda Emelda, Rizal Fauzi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/875 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/888 <p>Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, dengan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus tertinggi. Keberhasilan terapi TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT) secara teratur. Faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pasien TBC paru adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, dukungan keluarga, dan efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien minum obat TBC paru rawat jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebesar 97 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data diambil menggunakan kuisioner yang telah tervalidasi yang dibuat berdasarkan kuisioner MARS (<em>Medication Adherence Rating Scale)</em>. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi berjumlah 65 reponden memiliki presentase sebesar (67%) dan kepatuhan sedang berjumlah 32 responden dengan presentase (33%). Kesimpulan penelitian ini adalah pasien minum obat TBC paru rawat jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar (67%) dengan jumlah responden sebanyak 65 responden.</p> Khotimatul Khusna, Syahida Ulya Amalina, Fadilah Qonitah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/888 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Evaluasi Penggunaan Obat Triheksifenidil Sebagai Terapi Adjuvan Pada Pasien Fangguan Afektif Bipolar Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/890 <p>Latar Belakang : Gangguan afektif bipolar adalah gangguan mental yangmenyerang kondisi psikis, ditandai dengan perubahan suasana hati berupa mania dan depresi. Tingginya kasus kesehatan mental di Indonesia menjadi salah satu tantangan pengobatan khususnya pada dunia farmasi. Evaluasi penggunaan obat merupakan suatu program jaminan mutu yang terstruktur, serta memberikan jaminan bahwa obat yang diberikan sudah tepat, aman, dan efektif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan triheksifenidil pada pasien gangguan afektif bipolar di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional retrosfektif dengan pendekatan cross-sectional yang bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan pada penelitian yaitu informasi tetulis dalam rekam medik pasien gangguan jiwa yang terdiagnosa gangguan afektif bipolar yang mendapatkan terapi obat triheksifenidil di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 93 pasien terdiagnosa gangguan afektif bipolar yang menggunakan triheksifenidil, didapatkan hasil pengujian ANOVA pada evaluasi penggunaan obat menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,021&lt;0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data memiliki perbedaan dari variabel penelitian. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa evaluasi penggunaan obat triheksifenidil pada pasien gangguan afektif bipolar adalah tepat dan sesuai dengan rasionalitas penggunaan obat</p> Erika Cantika, Fitria Sulistia Putri, Purwaeni Purwaeni, Encep S, Ice Laila Nur Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/890 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Penggunaan Obat Khelasi Besi Terhadap Perubahan Kadar Ferritin Serum Pada Pasien Thalasemia Di Rumah Sakit Umum Daerah “X” Kota Bekasi https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/918 <p>Thalassemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anaknya. Kadar ferritin sering meningkat karena transfusi darah berulang yang menyebabkan penumpukan zat besi di tubuh, sehingga menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan terapi khelasi besi. Khelasi besi merupakan metode terapi untuk menurunkan kadar zat besi yang berlebihan di tubuh yang tidak terikat dalam plasma dan mengekskresikan dari tubuh. Untuk melihat pengaruh penggunaan obat khelasi besi terhadap penurunan kadar ferritin serum pada pasien thalassemia beta mayor. Penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional secara retrospektif dengan menggunakan data sekunder rekam medis terbatas. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi pasien thalassemia beta mayor dengan kadar ferritin serum ≥1000 ng/mL yang mendapatkan pengobatan terapi khelasi besi tunggal. Pengaruh pemberian obat khelasi besi pada pasien thalassemia beta mayor terhadap penurunan kadar ferittin serum dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Ranks. Pada penelitian ini sebanyak 50 pasien memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 52% pasien berjenis kelamin perempuan, dan sebanyak 40% memiliki rentang usia 0 – 5 tahun. Obat khelasi besi tunggal paling banyak Deferasirox (85%), dengan dosis 250 mg (49%). Sebanyak 6% pasien mengalami penurunan kadar ferritin serum (≥500 ng/mL dan &lt;1000 ng/mL). Namun, hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan kadar ferritin serum yang signifikan setelah pemberian khelasi besi tunggal. Pada penelitian ini menunjukkan hasil pemberian terapi khelasi besi tunggal efektif dalam menurunkan kadar ferritin serum, namun tidak signifikan (p-value &gt;0.05).</p> Elsya Agustiani, Chilyati Eky Futihat, Anisa Rachmita Arianti, Maifitrianti Maifitrianti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/918 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Pada Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Periode Bulan Oktober Tahun 2023 https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/933 <p><em>Pelayanan kesehatan kefarmasian perlu diperhatikan standar pelayanannya salah satunya tentang kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Kepuasan pasien adalah penilaian pasien tentang pemberian pelayanan yang diterima. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dan mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan dengan dimensi kepuasan pasien. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan metode cross sectional. Penelitian menggunakan 100 responden. Pengumpulan data menggunakan metode sampling accidental. Analisis data menggunakan uji univariat untuk diperoleh distribusi frekuensi tingkat kepuasan pasien. Analisis bivariat regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan pasien dengan dimensi kepuasan. Tingkat kepuasan pasien instalasi farmasi Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret memperoleh hasil kehandalan 75,25%, daya tanggap 70,43%, perhatian 69,16%, jaminan 77%, bukti fisik 74,87%. Hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan paling tinggi diperoleh dimensi daya tanggap sebesar 0,742.</em></p> Dzithauly Maulidiva Abadi, Endang Sri Rejeki, Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/933 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber purpureum R.) Pada Tikus Putih Jantan Dengan Metode Writhing Test https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/945 <p><em>Nyeri merupakan </em><em>suatu </em><em>sensasi emosional </em><em>yang </em><em>tidak menyenangkan </em><em>disebabkan</em> <em>karena adanya </em><em>kerusakan </em><em>pada </em><em>jaringan. </em><em>Tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan nyeri adalah tanaman rimpang bangle. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui menge</em><em>tahui</em><em> aktivitas analgetik dari ekstrak </em><em>etanol</em> <em>96% rimpang bangle</em> <em>pada tikus putih jantan galur wistar </em><em>dan </em><em>mengetahui</em><em> dosis yang paling efektif yang dapat menimbulkan efek analgetik. Serbuk rimpang bangle diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dalam penelitian ini digunakan metode Writhing test pada 25 ekor tikus putih jantan dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok I sebagai kontrol negatif diberikan CMC Na 1%, kelompok II sebagai kontrol positif diberikan asam mefenamat, kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak etanol rimpang bangle dosis 30,843 mg/ 200g BB, 61,686 mg/ 200g BB, 123,372 mg/ 200g BB. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah jumlah geliat hewan uji dan waktu reaksi respon hewan uji (dalam detik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak 30,843 mg/ 200 g BB, 61,686 mg/ 200 g BB dan 123,372 mg/ 200 g BB </em><em>se</em><em>banding dengan kontrol positif </em><em>dan </em><em>berbeda dengan kelompok yang diberi kontrol negatif. Dosis ekstrak 123,372 mg/ 200 g BB sebanding dengan kontrol positif menunjukkan bahwa dosis ekstrak 123,372 mg/ 200 g BB mempunyai aktifitas analgetik paling tinggi. </em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Iyem Shahira, Dwi Ningsih, Rina Herowati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/945 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH VARIASI KONSENTRASI AVICEL PH 101 DAN LAKTOSA SEBAGAI HOST DALAM PEMBUATAN TABLET CAMPURAN INTERAKTIF GLIMEPIRID MENGGUNAKAN METODE KEMPA LANGSUNG https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/951 <p>Glimepirid merupakan obat antidiabetik golongan sulfonilurea dengan kelarutan rendah, sehingga diperlukan pendekatan formulasi untuk meningkatkan bioavaibilitasnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi konsentrasi avicel pH 101 dan laktosa sebagai bahan pembawa (host) terhadap mutu fisik dan disolusi tablet glimepirid yang dibuat dengan metode kempa langsung. Tiga formula dikembangkan dengan perbandingan avicel pH 101:laktosa, yaitu F1 (1:0,5), F2 (1:1), dan F3 (1,5:1). Evaluasi mutu meliputi uji sifat alir granul (sudut diam dan waktu alir) serta uji fisik tablet (keseragaman kandungan, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi) sesuai Farmakope Indonesia. Uji statistik ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula (p &lt; 0,05). Hasil menunjukkan bahwa variasi avicel pH 101 dan laktosa mempengaruhi mutu fisik tablet dan profil disolusi. Formula 1 memiliki waktu hancur tercepat dan pelepasan zat aktif tertinggi. Formula 2 menunjukkan keseragaman kandungan terbaik, aliran serbuk baik, dan disolusi stabil. Formula 3 menghasilkan tablet paling keras dan paling rendah kerapuhan, tetapi waktu hancurnya lebih lama.</p> Muhammad Agung Nugroho, Ilham Kuncahyo, Reslely Harjanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/951 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT LUDIRA HUSADA TAMA YOGYAKARTA https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1064 <p><em>Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien rawat jalan melalui kepuasan pasien di RS Ludira Husada Tama Yogyakarta. Menggunakan metode purposive sampling, sebanyak 150 pasien rawat jalan mengisi kuesioner berbasis SERVQUAL yang dianalisis dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible (p=0,017) dan assurance (p=0,002) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan dimensi reliability (p=0,554), responsiveness (p=0,646), dan empathy (p=0,902) tidak berpengaruh signifikan. Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas (p=0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa fasilitas fisik dan jaminan pelayanan merupakan faktor kritis dalam membangun loyalitas pasien melalui kepuasan di layanan rawat jalan. </em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: kualitas pelayanan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, rawat jalan, SERVQUAL</em></p> Y.B. Arya Primantana, Rini Dwiastuti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1064 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Uji aktivitas penyembuhan luka sayat menggunakan sediaan patch ektrak etanol daun jambu biji (psidium guajava l.) secara in vivo https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/997 <p>Ekstral etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung senyawa aktif (tanin, flavonoid, saponin) yang diketahui dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan pacth transdermal ekstrak daun jambu biji dan mengevaluasi aktivitasnyapada penyembuhan luka sayat secara in vivo. Ekstrak diperoleh dengan maserasi simplisia dalam etanol 96%. Pacth diformulasikan dengan HPMC dan PVP, mengandung ekstrak 2,5%, 5%, dan 10% (F1,F2,F3). Evaluasi fisik (organoleptik, homogenitas, keseragaman bobot, pH, ketebalan, daya lekat) dilakukan. Pengujian menggunakan kelinci dengan sayatan dorsal 2 cm yang diberi sediaan setiap hari dengan pacth (F1-F3), kontrol negatif (pacth tanpa ekstrak), atau kontrol positif (povidone-iodine). Panjang luka diukur selama 7 hari. Semua evaluasi memenuhi persyaratan fisik kecuali pH pada (F2: 6,6; F3:6,8). F3 (ekstrak 10%) menunjukkan aktivitas penyembuhan luka tertinggi, mengurangi panjang luka hingga 2 mm pada hari ke-7, secara signifikan lebih baik dari pada kontrol positif (7 mm) dan konsentrasi yang lebih baik rendah (F1 : 4 mm; F2: 3 mm). Penggunaan patch ekstrak daun jambu biji efektif membantu mempercepat penyembuhan luka sayatan, melalui kemanjuran yang bergantung pada konsentrasi ekstrak.</p> Mulyadi Dai Muhammad Hafidz, Lina Rahmawati Rizkulloh, Ali Nofriyaldi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/997 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE PENENTUAN RESIDU PELARUT DALAM BAHAN FARMASI AKTIF LAMIVUDIN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/992 <p>Pelarut kimia yang digunakan dalam sintesis bahan farmasi aktif dapat tertinggal sebagai residu pelarut yang berdampak negatif bagi kesehatan. Bahan farmasi aktif lamivudin beresiko mengandung residu pelarut berupa etanol, isopropil asetat, metanol dan trietilamina. Sedangkan metode penentuan residu pelarut dalam bahan farmasi aktif lamivudin sulit untuk diimplementasikan dan membutuhkan biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi metode penentuan residu pelarut dalam bahan farmasi aktif lamivudin yang sederhana, tepat, dan akurat dengan menggunakan kromatografi gas. Percobaan dilakukan dengan sistem kromatografi gas (Sistem GC Shimadzu) yang dilengkapi dengan detektor ionisasi nyala. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan batas yang ditentukan dari pedoman standar USP. Parameter validasi dilakukan dengan mengevaluasi spesifisitas, linearitas, presisi, akurasi, batas deteksi, batas kuantifikasi, kestabilan larutan dan ketahanan. Tidak adanya interferensi puncak menunjukkan metode tersebut spesifik. Hubungan linear dievaluasi pada rentang 1-150% dan diperoleh koefisien regresi R’ untuk residu pelarut ≥0,9974. Nilai batas deteksi dan kuantifikasi memenuhi syarat dengan penentuan signal-to-noise (S/N). Nilai presisi pada enam kali pengulangan dan akurasi pada level konsentrasi 80%, 100% dan 120% menghasilkan nilai sesuai persyaratan. Pengujian ketahanan dengan modifikasi parameter tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Semua larutan standar dan sampel menunjukkan kestabilan hingga 12 jam. Metode kromatografi gas yang sederhana, spesifik, akurat, presisi dan tangguh berhasil dikembangkan dan divalidasi.</p> Ayu Nadila Safitri, Irham Fauzi Abshar, Aldillah Herlambang Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/992 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Evaluasi Efek Samping Penggunaan Nsaid Pada Pasien Osteoartritis Di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.A. Kartini Jepara https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1078 <p>Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif yang umum terjadi pada lanjut usia dan menjadi penyebab utama disabilitas. Nyeri sendi yang berlebihan menyebabkan keterbatasan aktivitas. Pada terapi farmakologis digunakan NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs) sebagai pilihan utama dalam pengobatan OA. Ketepatan penggunaan NSAID pada pasien OA sangat penting untuk mencapai hasil terapi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi efek samping penggunaan NSAID pada pasien OA di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.A. Kartini Jepara. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif dengan rancangan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: pasien OA usia 45–75 tahun, menjalani ≥3 kali perawatan periode Januari–Desember 2024. Kriteria eksklusi yaitu data rekam medis yang tidak lengkap atau tidak terbaca. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik pasien, profil penggunaan NSAID, serta efek samping yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan pasien OA didominasi perempuan (72,9%), usia 65–75 tahun (46,9%), dengan IMT &gt;27 (53,1%). Mayoritas memiliki durasi penyakit &gt;12 bulan (38,4%) dan mendapat terapi NSAID &gt;3 minggu (70,8%). Hipertensi menjadi penyakit penyerta terbanyak (50%), sedangkan obat lain yang banyak digunakan adalah golongan saluran cerna (23,98%) dan antihipertensi (23,17%). Jenis NSAID yang paling banyak diresepkan adalah meloxicam (51%). Efek samping tersering adalah gangguan saluran pencernaan berupa dispepsia (56,10%) dan vertigo (17,07%).</p> Nuzulatul Wahyu Mustika Ningrum, Ria Etikasari, Ulviani Yulia Husna Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1078 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Studi In Silico : Aktivitas Senyawa Tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Kandidat Obat Antihiperurisemia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/977 <p>Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik akibat peningkatan kadar asam urat, yang berisiko menyebabkan gout. Tanaman kecombrang (<em>Etlingera elatior</em>) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai inhibitor <em>xanthine oxidase</em>. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi 50 senyawa dari kecombrang sebagai kandidat antihiperurisemia menggunakan pendekatan <em>in silico</em>. Analisis mencakup prediksi toksisitas dan farmakokinetik (ADMET), <em>Lipinski rule of five</em>, molecular <em>docking</em>, serta simulasi dinamika molekuler. Hasil <em>docking</em> dari senyawa yang terpilih Aduncetin E (-8,93 kkal/mol) dan <em>Methyllinderatin</em> (-8,78 kkal/mol)&nbsp; menunjukkan afinitas terbaik terhadap enzim <em>xanthine oxidase</em> dengan energi ikatan lebih rendah dibandingkan allopurinol (-6,26 kkal/mol). Simulasi molekuler mendukung stabilitas kompleks ligan-reseptor hasil dari MMGBSA Aduncetin E (13,4048 kkal/mol) dan <em>Methyllinderatin</em> (-30,3009 kkal/mol) memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai kandidat obat antihiperurisemia.</p> Muhammad Fessolsalmin, Rifda Naufalin, Putri Dian Wulansari, Susanti Susanti, Moch Herdi Nurzaman, Nitya Nurul Fadilah, Richa Mardianingrum Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/977 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Penetapan Kadar Total Fenolik dan Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Kulit Buah Pepaya Muda (Carica papaya L.) https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1110 <p>Kulit buah pepaya (Carica Papaya L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki beberapa aktivitas farmakologi karena mengandung metabolit sekunder berupa senyawa fenolik dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenolik dan flavonoid pada dalam ekstrak dan fraksi kulit buah pepaya dengan metode kolorometri. Penetapan kadar total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu menggunakan baku pembanding asam galat dan penetapan kadar flavonoid menggunakan metode pembentukan kompleks AlCl<sub>3</sub> dengan baku pembanding kuersetin dengan pengukuran secara spektrofotometri UV-Visible. Hasil kandungan fenolik total ekstrak etanol kulit buah pepaya, fraksi air kulit buah pepaya, fraksi etil kulit buah pepaya, dan fraksi n-heksan kulit buah pepaya berturut-turut yaitu 79,6393%, 65,5173%, 84,5257%, dan 48,0085%. Hasil kandungan total flavonoid ekstrak etanol kulit buah pepaya, fraksi air kulit buah pepaya, fraksi etil kulit buah pepaya, dan fraksi n-heksan kulit buah pepaya berturut-turut yaitu 55,1744%, 33,2677%, 87,2572%, dan 21,1696%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar total fenolik dan flavonoid &nbsp;paling tinggi terdapat fraksi etil asetat ekstrak kulit buah pepaya muda.</p> Tunik Saptawati, Annisa Dea Ardani, Firstca Aulia Rachma, Sri Suwarni Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1110 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Pada Pasien Sensitif Obat Di Puskesmas Pamolokan Kabupaten Sumenep https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/900 <p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Penularan penyakit tuberkulosis melalui perantara dahak atau ludah yang mengandung basil tuberkulosis. Tuberkulosis menjadi salah satu ancaman kesehatan dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Pada Pasien Sensitif Obat Di Puskesmas Pamolokan Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey observasonal dengan menggunakan desain Penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis sensitive obat yang menjalani pengobatan di Puskesmas Pamolokan Kabupaten Sumenep periode Januari-Juni yakni 32 orang dengan tekhnik pengambilan secara total sampling. Hasil Penelitian ini dilakukan 30 orang sebanyak (93,75%) memiliki hasil kepatuhan pengobatan yang patuh. Setelah itu dilakukan Uji Chis-Square, didapatkan hasil nilai p-value = 0,000 (≤ 0,05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kepatuhan minum obat dengan keberhasilan pengobatan anti tuberkulosis. Disarankan kepada anggota keluarga agar memperhatikan anggota keluarga yang sakit, memberikan motivasi, merawat, membawa berobat serta memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sakit</p> Hamlatul Jamiliyatil Istiqomah, Rizdyana Firmaniar, Zetiawan Trisno, Aldita Cahyani Puspitasari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/900 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Identifikasi Bahan Kimia Obat dalam Sediaan Jamu Pegal Linu Menggunakan Metode Spektroskopi Inframerah https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1122 <p>&nbsp;</p> <p>Jamu pegel linu merupakan salah satu obat tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat untuk meredakan nyeri dan kelelahan. Tingginya permintaan pasar, terutama melalui marketplace, berpotensi disalahgunakan oleh produsen dengan menambahkan bahan kimia obat (BKO) secara ilegal guna meningkatkan efek terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO parasetamol, natrium diklofenak, dan deksametason dalam sediaan jamu pegel linu yang beredar di pasaran menggunakan metode spektroskopi inframerah (FTIR). Sebanyak sepuluh sampel jamu dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tidak memiliki nomor izin edar atau memiliki klaim khasiat berlebihan. Sampel dipreparasi melalui proses ekstraksi dan dianalisis menggunakan FTIR-ATR dengan membandingkan spektrum sampel terhadap baku pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu sampel positif mengandung parasetamol dan satu sampel positif mengandung deksametason, sedangkan natrium diklofenak tidak terdeteksi pada seluruh sampel. Keberadaan BKO diidentifikasi berdasarkan kemunculan gugus fungsi khas seperti O–H, N–H, dan C=O pada bilangan gelombang tertentu. Temuan ini menunjukkan masih adanya peredaran jamu yang mengandung BKO secara ilegal, yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.</p> Odilia Dea Christina, Sandi Mahesa Yudhantara, Ayu Ina Solichah, Atalia Tamo Ina Bulu Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1122 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia) Sebagai Penyembuhan Luka Pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/912 <p>Ekstrak etanol daun binahong mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan saponin. Kandungan dalam daun binahong memiliki efek dalam penyembuhan luka insisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan formula gel daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dengan variasi HPMC sebagai gelling agent dengan konsentrasi 2%, 3% dan 4%. Penelitian ini merupakan pengujian eksperimental dengan membandingkan efektivitas gel daun binahong pada hewan uji tikus pada setiap kelompok uji yaitu kontrol negatif berisi gel tanpa zat aktif, kontrol positif berupa gel Bioplacenton dan kontrol perlakuan yaitu formula terbaik gel daun binahong. Formula terbaik gel ektrak daun binahong yaitu dengan konsentrasi HPMC 2% dengan pertimbangan evaluasi sifat fisik gel dan efek penyembuhan luka bakar paling cepat.</p> Mardiana Siregar, Nurul Huda, Ariyati N Afika, Nur Aida, Siska Syahfitri, Rima Anglia, Irenia Putri Budyana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/912 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dan Bunga Melati (Jasminum sambac L.) Dengan Cera Alba Sebagai Basis https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1133 <p>Aromaterapi adalah metode pengobatan alternatif yang menggunakan minyak atsiri mudah menguap untuk memberikan efek terapeutik seperti relaksasi dan meningkatkan sirkulasi darah. Minyak atsiri kulit jeruk nipis mengandung limonen sebagai repelen, sedangkan minyak atsiri bunga melati mengandung linalool yang menenangkan. Cera alba digunakan sebagai basis lilin untuk mendukung struktur dan kestabilan pembakaran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi minyak atsiri jeruk nipis dan melati dengan variasi konsentrasi cera alba terhadap sifat fisik dan penerimaan lilin aromaterapi. Lima formula lilin dibuat, F0 tanpa minyak atsiri sebagai kontrol, dan F1–F4 dengan variasi konsentrasi jeruk nipis (0,1–0,3%) dan melati (7–9%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, titik leleh, waktu bakar, dan uji hedonik oleh panelis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi minyak atsiri memengaruhi titik leleh, waktu bakar, dan aroma lilin. Formula F3 (jeruk nipis 0,2%, melati 7%, cera alba 82,8%) memenuhi standar fisik lilin aromaterapi dengan titik leleh rata-rata 57°C, waktu bakar 168,67 menit, dan paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan data normal dan homogen, serta</p> Agustina Putri Pitarisa Sudarsono, Aulia Avida Ramanda Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1133 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Uji Aktivitas Antinosiseptik dan Analgetik Kombinasi Ekstrak Etanol Rumput Teki (Cyperus Rotundus L.) dan Ekstrak Etanol Daun Tapak Liman (Elephantopus Scaber L.) pada Mencit Putih Galur Swiss https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1135 <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><em>Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial. Tanaman obat semakin banyak dieksplorasi sebagai alternatif agen analgetik karena kandungan senyawa bioaktifnya. Cyperus rotundus L. diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas analgetik, sedangkan Elephantopus scaber L. secara tradisional digunakan sebagai pereda nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas analgetik dan antinosiseptik kombinasi ekstrak etanol Cyperus rotundus dan Elephantopus scaber (ERTDTL)pada mencit jantan galur Swiss.</em></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><em>Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan 10 kelompok mencit jantan galur Swiss (n=5 per kelompok). Aktivitas analgetik diuji menggunakan metode tail-flick, sedangkan aktivitas antinosiseptik diuji dengan metode hot plate. Kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC-Na 0,5% dan tetap diberikan rangsangan nyeri. Kontrol positif pada uji analgetik diberikan asam mefenamat dosis 500 mg/kg BB, sedangkan pada uji antinosiseptik diberikan tramadol dosis 50 mg/kg BB. Kelompok perlakuan diberikan kombinasi dengan dosis 700/400, 900/600, dan 1100/800 mg/kg BB. Waktu latensi respons nyeri diukur 30 menit setelah pemberian perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah, dilanjutkan dengan uji Dunnett. </em></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak tersebut memiliki aktivitas analgetik dan antinosiseptik yang signifikan pada mencit yang diberi rangsangan nyeri termal. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak Cyperus rotundus dan Elephantopus scaber berpotensi dikembangkan sebagai agen analgetik alami.</em></p> Poppy Diah Palupi, Karol Giovani Battista Leki Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1135 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000 Konseling Apoteker Sebagai Upaya Meningkatkan Kepuasan Pasien Tukak Lambung Di Apotek Kimia Farma https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1123 <p>Pelayanan kefarmasian merujuk pada bagaimana “patient care” dapat dilakukan. Dengan menempatkan konseling apoteker sebagai kompoen penting bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terapi dan juga kepuasan pasien, khususnya pada pasien tukak lambung yang membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan terkait obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepuasan pasien terhadap layanan sebelum dan setelah konseling apoteker terkait tukak lambung di apotek Kimia Farma. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling untuk pasien tukak lambung, menghasilkan ukuran sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini menggunakan metode pre-test-post-test satu kelompok dan quasi-eksperimental. Analisis data menggunakan SPSS 29 untuk Windows dan Microsoft Office Excel 2016 untuk menguji nilai SERVQUAL, uji normalitas, dan uji Wilcoxon. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dalam persepsi pasien terhadap layanan yang diterima sebelum dan setelah konseling apoteker. Uji Wilcoxon juga menunjukkan perbedaan signifikan antara harapan dan layanan apotek yang sebenarnya sebelum dan setelah konseling apoteker. Hal ini menunjukkan bahwa konseling apoteker memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan persepsi dan kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima.</p> Syifa Alifia Indriani, Hendra Farma Johar Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia https://openjournal.stifera.ac.id/index.php/jfsi/article/view/1123 Sab, 20 Des 2025 00:00:00 +0000